Dampak Positif TJSL Pertamina: Nelayan Musi Kini Bebas dari Bayang ‘Gulung Waring’

Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas Jatinegara
Foto dokumen Pertamina

Faktariau.id – Sungai Musi kini tengah menjadi fokus pemulihan lingkungan yang serius melalui aksi nyata korporasi. PT Pertamina Patra Niaga, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bergerak aktif menjaga urat nadi Sumatera Selatan ini dari kerusakan ekosistem yang kian mengkhawatirkan.

Langkah strategis ini diambil menyusul ancaman kepunahan ikan Belida, spesies endemik yang menjadi identitas budaya sekaligus bahan baku utama kuliner pempek otentik. Penangkapan yang tidak terkendali selama bertahun-tahun telah membuat populasi ikan kebanggaan warga Palembang ini menyusut drastis.

Solusi Atasi Fenomena “Gulung Waring” Nelayan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengungkapkan bahwa program Belida Musi Lestari telah diinisiasi sejak 2022 untuk menjawab keresahan masyarakat bantaran sungai. Sebelumnya, kondisi ekonomi nelayan di Kampung Perikanan Sungai Gerong sempat terpuruk akibat fenomena “gulung waring”, yakni kegagalan usaha budidaya yang disebabkan oleh rusaknya kualitas lingkungan air.

“Program ini hadir untuk mengembalikan marwah Sungai Musi dan kesejahteraan nelayan lokal,” ujar Roberth pada Selasa (14/4/2026). Pertamina tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola sumber daya air secara lebih bijak dan produktif.

Pendekatan Holistik dan 30 Sentra Perikanan Terintegrasi

Alih-alih memberikan bantuan instan, Pertamina menerapkan pendekatan holistik dari hulu ke hilir. Strategi ini mencakup penguatan ketersediaan benih ikan Belida, perbaikan tata kelola budidaya yang ramah lingkungan, hingga pengembangan inovasi pakan mandiri guna menekan biaya operasional nelayan.

Hingga saat ini, sebanyak 30 sentra perikanan terintegrasi telah terbentuk dan berjalan secara mandiri. Langkah ini terbukti efektif tidak hanya dalam menyelamatkan populasi ikan Belida dari kepunahan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal. Sinergi ini menjadi model keberhasilan TJSL dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi daerah.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *