Faktariau.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan rinci terkait pengadaan ribuan unit motor trail listrik yang belakangan viral di media sosial. Kendaraan operasional tersebut dipastikan khusus menyasar wilayah-wilayah dengan akses transportasi sulit demi menjamin kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke pelosok nusantara.
Ditemui menjelang pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Dadan menyampaikan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Hingga saat ini, realisasi unit telah mencapai 21.801 motor dari total 25.000 unit yang dipesan untuk mendukung kinerja petugas di lapangan.
Tumpuan Distribusi di Desa Terpencil
Dadan menegaskan bahwa ribuan motor berlogo BGN tersebut nantinya akan menjadi tulang punggung mobilitas petugas, terutama di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Urgensi pemilihan jenis kendaraan trail didasari oleh realita geografis Indonesia yang menantang, di mana banyak titik pelayanan tidak dapat dijangkau menggunakan mobil.
“Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor,” kata Dadan Hindayana. Keberadaan kendaraan roda dua yang tangguh ini diharapkan menjadi solusi mutlak agar distribusi asupan gizi kepada siswa dan masyarakat tidak terhambat oleh infrastruktur jalan yang terbatas.
Proses Administrasi Barang Milik Negara
Menanggapi video viral yang memperlihatkan tumpukan motor, Dadan menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memang belum dibagikan secara resmi. Hal ini dikarenakan adanya prosedur hukum dan administrasi birokrasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu guna memastikan akuntabilitas aset.
Sebelum unit-unit tersebut turun ke jalan, statusnya harus tercatat secara sah sebagai Barang Milik Negara (BMN). Dadan merinci bahwa proses pengadaan telah dimulai bertahap sejak Desember 2025, dan saat ini fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan pencatatan aset agar armada motor listrik tersebut dapat segera dimanfaatkan secara tepat sasaran dalam misi penguatan gizi nasional.
*(Drw)











