Daerah  

Dampak Cuaca Kering 2026, Lahan Kosong di Mempawah Kembali Dilalap Si Jago Merah

Vila di Puncak Kebakaran Saat Disewa WNA
Kebakaran/(illustrasi/@pixabay)

Faktariau.id — Lahan kosong seluas setengah hektare di dekat Kampus IPDN Kalimantan Barat, tepatnya di RT 03/RW 01, Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, terbakar pada Minggu (19/4/2026) malam. Insiden kebakaran lahan yang berada tepat di pinggir jalan raya ini berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran (damkar) gabungan sebelum merembet lebih luas.

Kapolsek Segedong, Ipda PH Hutagalung, membenarkan peristiwa yang melanda kawasan tersebut. Pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga terkait munculnya titik api di pinggir Jalan Raya Sungai Purun Besar. Polisi bersama tim damkar langsung melakukan pengecekan dan upaya lokalisir api di TKP.

Lahan Milik PT Kartika dan Kendala Sumber Air

Berdasarkan pemantauan petugas, area yang dilalap api merupakan hamparan lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar kering. Kondisi cuaca yang terik membuat api merembet dengan sangat cepat.

“Informasi awal yang kami himpun, lahan kosong ini merupakan milik PT Kartika,” terang Ipda PH Hutagalung.

Dalam proses penanganan, petugas sempat menghadapi kendala minimnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi. Namun, berkat kesigapan tim gabungan, kobaran api pada lahan seluas kurang lebih setengah hektare tersebut berhasil dikendalikan. Lokasi yang berada di pinggir jalan utama sempat menarik perhatian pengendara, namun arus lalu lintas tetap terjaga berkat penjagaan personel kepolisian.

Penyelidikan Penyebab Titik Api

Hingga saat ini, jajaran kepolisian dari Polsek Segedong masih melakukan serangkaian proses penyelidikan secara intensif guna mengungkap penyebab pasti munculnya titik api pada lahan kosong tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi vegetasi yang kering.

Upaya pendinginan terus dilakukan di area terdampak guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan. Fokus utama petugas saat ini adalah menjaga stabilitas kawasan di sekitar objek vital seperti Kampus IPDN agar tetap kondusif dan bebas dari gangguan kabut asap.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *