Bahlil Lahadalia: Presiden Prabowo Terus Memikirkan Kebutuhan Rakyat Bawah

Bahlil Wajibkan Swasta Serap BBM Dalam Negeri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia/(Instagram)

Faktariau.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait perkembangan terkini harga minyak mentah dunia yang telah mencapai angka 115 dollar AS per barrel. Meski lonjakan harga global ini cukup signifikan, Bahlil menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nasional, khususnya jenis subsidi, masih berada dalam kondisi stabil.

Saat ini, harga BBM subsidi masih mengacu pada tarif lama, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter. Bahlil memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjaga kondisi ekonomi masyarakat lapisan bawah di tengah gejolak pasar energi internasional yang dipicu oleh tensi geopolitik.

Arahan Presiden: Prioritaskan Rakyat Kecil

“Harga sekarang sudah mencapai 115 dollar AS. Di dalam negeri masih stabil. Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya pada Selasa (31/3/2026).

Bahlil pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menunggu keputusan final pemerintah. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan selalu mempertimbangkan kepentingan bangsa serta daya beli masyarakat. “Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya, Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat,” tambahnya.

Stabilitas Harga Jadi Prioritas Utama

Senada dengan Menteri ESDM, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa stabilitas harga Pertalite dan Biosolar merupakan prioritas utama pemerintah di tengah ketidakpastian pasokan dunia. Ia menjamin bahwa kedua jenis BBM subsidi tersebut tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

“Yang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,” ucap Laode kepada media pada Senin (30/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa untuk jenis BBM non-subsidi, harga akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang biasanya disesuaikan setiap awal bulan. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap inflasi dapat tetap terkendali dan masyarakat tidak perlu melakukan aksi panic buying menyikapi kenaikan harga minyak mentah dunia.

*(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *