Faktariau.id – Memasuki pertengahan April 2026, harga BBM nonsubsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta terpantau tetap stabil. Kestabilan tarif bahan bakar eceran ini tetap bertahan meskipun saat ini sedang terjadi eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran lonjakan harga energi global.
Berdasarkan data resmi hingga Rabu (15/4/2026), Pertamina mencatat bahwa harga untuk produk Pertamax Series dan Pertamina Dex Series belum mengalami penyesuaian. Tarif tersebut masih mengacu pada ketetapan harga yang berlaku sejak awal Maret 2026 lalu, memberikan kepastian biaya bagi masyarakat di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.
Rincian Harga BBM Pertamina Jakarta April 2026
Berikut adalah daftar harga bahan bakar yang berlaku di seluruh jaringan SPBU Pertamina kawasan Jakarta saat ini:
Pertalite (Subsidi): Rp10.000 per liter
Solar (Subsidi): Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
Pertamax Green: Rp12.900 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
SPBU Swasta (Shell, BP, Vivo) Turut Pertahankan Harga
Tidak hanya di jaringan ritel milik negara, ketetapan harga yang belum berubah juga terlihat di sejumlah SPBU milik badan usaha swasta. Hingga saat ini, jaringan pengisian bahan bakar Shell, BP, dan Vivo terpantau belum melakukan penyesuaian tarif jual produk ritel mereka semenjak pecahnya ketegangan bersenjata global antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Daftar Harga SPBU Shell & BP:
| Produk Shell | Harga (Rp/Liter) | Produk BP | Harga (Rp/Liter) |
| Shell Super | 12.390 | BP 92 | 12.390 |
| V-Power Diesel | 14.620 | BP Ultimate | 12.920 |
| V-Power Nitro+ | (Mengacu Maret) | BP Ultimate Diesel | 14.620 |
Daftar Harga SPBU Vivo:
Revvo 92: Rp12.390 per liter
Revvo 95: Rp12.930 per liter
Diesel Primus: Rp14.610 per liter
Stagnasi harga BBM nonsubsidi di berbagai penyedia layanan ritel di ibu kota ini menunjukkan bahwa fluktuasi geopolitik internasional belum memberikan dampak langsung terhadap penyesuaian harga di pasar domestik. Konsumen di Jakarta masih dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka dengan tarif lama, sembari memantau perkembangan situasi energi dunia ke depan.
*(Drw)









