Faktariau.id — Tekanan eksternal terhadap stabilitas sektor moneter dan pasar modal dalam negeri dilaporkan kian mengkhawatirkan pada pembukaan perdagangan paruh pekan. Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS kembali mencatatkan draf performa negatif dengan menembus sekaligus turun 0,29% atau merosot sebesar 52 poin ke level Rp18.066 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (9/7/2026).
Rapor merah pada draf transaksi harian ini terbilang cukup kontras jika dikomparasikan dengan draf posisi penutupan pasar pada hari sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp18.014 per dolar AS.
Sentimen koreksi massal tersebut nyatanya langsung menjalar dan memicu draf tekanan serupa pada pergerakan pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi secara resmi dibuka langsung melemah sebesar 0,13% atau terpangkas 7,60 poin ke posisi level 5.865,77.
Sementara itu, kondisi pasar yang lesu juga menyeret ke bawah kurva kelompok 45 saham unggulan tanah air. Indeks LQ45 dilaporkan ikut mengalami draf penurunan sebesar 0,30% atau tergelincir 1,77 poin menuju ke posisi draf angka 581,11 pada menit-menit awal perdagangan bergulir.
Pasar Keuangan Domestik Hadapi Tekanan Sentimen Global
Para pelaku pasar dan investor di lantai bursa dilaporkan cenderung mengambil draf langkah defensif sembari mencermati draf perkembangan rilis data makro ekonomi global terbaru. Kombinasi draf pelemahan kurs rupiah yang kini bertengger di zona psikologis Rp18.000 serta draf melandainya indeks sektoral saham unggulan memicu draf spekulasi mengenai adanya potensi intervensi lanjutan di pasar valas oleh otoritas moneter.
Performa Kurs: Rupiah terkoreksi 52 poin menjadi Rp18.066 per Dolar AS akibat draf tingginya permintaan greenback.
Pergerakan IHSG: Indeks acuan BEI tersangkut di zona merah pada posisi 5.865,77 akibat draf aksi jual bersih (net sell) investor asing.
Saham Blue Chip: Konstituen Indeks LQ45 rata-rata mengalami draf pemangkasan harga akibat minimnya draf stimulus korporasi di sektor perbankan dan manufaktur.
Tim siber dan analis finansial memprediksi draf volatilitas tinggi pada pergerakan mata uang rupiah dan draf grafik IHSG ini masih akan terus berlangsung sepanjang hari hingga draf lonceng penutupan pasar reguler berbunyi Sore nanti.
*(Drw)









