Update Ekonomi Nasional: Kenaikan ROA Danantara 300% Jadi Bukti Keberhasilan Visi Prabowo

Respons Tegas Presiden Prabowo Soal Kritik Menteri
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktariau.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian signifikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang kini genap berusia satu tahun. Dalam perayaan HUT ke-1 pada Rabu (11/3/2026), Presiden memaparkan keberhasilan konsolidasi aset BUMN yang berdampak langsung pada efisiensi manajemen kekayaan negara.

Menurut Presiden, sistem satu kendali manajemen yang diterapkan oleh Danantara merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan aset strategis. Pola ini terbukti mampu memangkas birokrasi dan mengoptimalkan potensi ekonomi dari berbagai sektor BUMN yang telah tergabung.

Lonjakan ROA Hingga 300 Persen

Salah satu poin paling mengejutkan dalam laporan tahunan tersebut adalah kenaikan Return on Asset (ROA) yang sangat drastis, mencapai lebih dari 300 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa premis penggabungan manajemen aset negara di bawah satu payung memberikan hasil yang jauh lebih optimal.

Prabowo menyatakan optimisme bahwa penguatan fundamental ekonomi nasional secara jangka panjang dapat tercapai melalui model pengelolaan ini. Efisiensi yang tercipta dari konsolidasi aset tidak hanya meningkatkan keuntungan, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan negara di pasar internasional.

Sejajar dengan SWF Kelas Dunia

Presiden juga menekankan bahwa Danantara kini telah sejajar dengan lembaga pengelola kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) kelas dunia. Dengan total aset yang terkonsolidasi, Indonesia diprediksi akan menempati posisi keenam atau ketujuh sebagai pengelola SWF terbesar di kancah global.

Langkah berani ini diharapkan mampu membawa kemandirian finansial bagi bangsa Indonesia. “Ini adalah jalan menuju kemakmuran rakyat melalui pengelolaan aset yang profesional dan transparan,” tegas Presiden. Keberadaan Danantara diproyeksikan menjadi benteng ekonomi yang kuat di tengah ketidakpastian kondisi finansial dunia.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *