Faktariau.id, NASIONAL – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan hasil nyata dalam pengelolaan aset-aset strategis negara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa valuasi salah satu raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh angka Rp115 triliun.
Pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari transformasi menyeluruh yang difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan efisiensi operasional secara masif di tubuh BUMN. Dilansir pada Sabtu (17/1/2026), langkah strategis Danantara berhasil memulihkan kepercayaan investor di pasar modal.
Saham TLKM Melambung 81 Persen
Rosan menjelaskan bahwa pasar merespons sangat positif terhadap langkah-langkah transformasi digital yang diterapkan perusahaan. Tercatat, kenaikan valuasi saham Telkom mencapai angka fantastis, yakni 81% hanya dalam enam bulan terakhir.
Tidak hanya Telkom, beberapa perusahaan plat merah lainnya yang sebelumnya mengalami tantangan finansial juga mulai menunjukkan tren positif:
Garuda Indonesia: Menunjukkan perbaikan kinerja setelah intervensi strategis.
Krakatau Steel: Tren bisnis kembali ke jalur yang benar (on track) berkat pengawasan ketat Danantara.
Integritas dan Zero Tolerance terhadap Korupsi
Di samping mengejar profitabilitas, Danantara menekankan bahwa fondasi utama dari pertumbuhan nilai perusahaan adalah integritas. Rosan Roeslani menegaskan komitmen lembaga dalam menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk praktik korupsi atau tindakan negatif lainnya yang dapat merugikan negara.
“Kami mengombinasikan budaya kerja yang bersih dengan apresiasi tinggi terhadap prestasi karyawan. Dengan dua pilar ini, Danantara optimistis kapitalisasi pasar BUMN akan terus tumbuh stabil dan kompetitif di masa depan,” ujar Rosan.
Melalui optimalisasi sistem digital dan pengawasan yang transparan, Danantara kini fokus untuk memastikan bahwa rencana bisnis setiap BUMN di bawah naungannya berjalan efisien demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat.
(*Drw)









