Faktariau.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan anggaran rekonstruksi pascabencana di Pulau Sumatera dengan total nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Dana jumbo yang diperuntukkan bagi pemulihan infrastruktur serta akselerasi ekonomi makro tersebut bahkan sudah mulai dicadangkan secara bertahap sejak akhir tahun lalu.
“Dari akhir tahun lalu kita sudah siapkan Rp60 triliun. Ternyata tahun ini yang dipakai lebih sedikit karena pembangunannya dibagi dalam tiga tahap,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan resmi kepada media, dikutip Selasa (26/5/2026).
Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen penuh untuk mencairkan nota anggaran tersebut sesegera mungkin, asalkan seluruh dokumen pengajuan dari kementerian dan lembaga (K/L) terkait sudah dinyatakan lengkap sesuai regulasi prosedur hukum yang berlaku. “Kalau dokumennya lengkap, kami keluarkan secepatnya,” tegas Menkeu.
Ubah Pola Proaktif, Kemenkeu Terapkan Skema Jemput Bola
Guna menghindari birokrasi kaku yang berbelit-belit dalam penanganan darurat kebencanaan, Purbaya kini menginstruksikan jajarannya di Kemenkeu untuk menerapkan pola kerja baru yang lebih proaktif dan responsif. Kemenkeu tidak lagi sekadar pasif menunggu berkas, melainkan akan aktif menghubungi K/L pemohon jika ditemukan adanya kekurangan berkas administrasi penunjang.
“Kalau ada pengajuan anggaran terkait bencana dan dokumennya kurang, kementerian atau lembaganya langsung ditelepon,” jelas bendahara negara tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, Kemenkeu juga menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan tim ahli langsung ke instansi atau wilayah terkait apabila pemohon mengalami kendala teknis dalam menyusun dokumen administrasi pencairan. Melalui terobosan “jemput bola” ini, Purbaya berharap pemulihan fisik maupun sosial-ekonomi di wilayah terdampak bencana di Sumatera tidak terhambat oleh urusan administratif belaka. “Jadi tidak usah takut, dananya ada,” tambahnya.
Skema Pembangunan Multiyears Tiga Tahap Hingga 2028
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat memaparkan dalam forum legislatif bahwa total kebutuhan anggaran riil untuk pemulihan pascabencana di Sumatera secara komprehensif menyentuh angka Rp100,166 triliun. Rencana pagu anggaran ini juga telah mengantongi persetujuan dari pemerintah pusat serta mendapat dukungan penuh dari Satgas DPR RI.
“Nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun,” kata Tito usai menghadiri rapat Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Tito merinci bahwa proyek rekonstruksi wilayah ini akan berjalan menggunakan skema multiyears (tahun jamak) yang dibagi ke dalam tiga tahapan waktu eksekusi:
Tahap I (Tahun Anggaran 2026): Dialokasikan sebesar Rp38,9 triliun.
Tahap II (Tahun Anggaran 2027): Dipatok sebesar Rp32,9 triliun.
Tahap III (Tahun Anggaran 2028): Dianggarkan mencapai Rp28,2 triliun.
*(Drw)











