Faktariau.id, EKONOMI – Badan Gizi Nasional (BGN) membawa kabar gembira bagi para pencari kerja di awal tahun 2026. Instansi yang fokus pada perbaikan kualitas hidup masyarakat ini berencana membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahap 3 dan 4 dalam waktu dekat.
Dengan target ambisius mencapai total 99 ribu pegawai hingga akhir tahun, peluang ini terbuka lebar bagi masyarakat umum. Dilansir pada Senin (26/1/2026), langkah masif ini diambil untuk memastikan seluruh program strategis BGN, termasuk Makan Bergizi Gratis, dapat terimplementasi hingga ke tingkat paling dasar di seluruh wilayah Indonesia.
Meskipun antusiasme masyarakat sangat tinggi, saat ini BGN masih memprioritaskan penyelesaian proses administratif bagi pelamar rekrutmen tahap 2. Pengusulan Nomor Induk (NI) PPPK tahap sebelumnya dijadwalkan tuntas pada akhir Januari 2026.
Kuota dan Formasi yang Tersedia
Dari total target kuota yang disiapkan oleh pemerintah, sebanyak 32.460 posisi akan dialokasikan khusus untuk rekrutmen tahap 3 dan 4. Formasi yang dibuka sangat beragam, sehingga dapat dilamar oleh tenaga profesional dari berbagai latar belakang pendidikan.
Beberapa posisi yang menjadi fokus dalam rekrutmen kali ini meliputi:
Tenaga Ahli Gizi: Sebagai ujung tombak implementasi program nutrisi.
Tenaga Kesehatan: Pendukung pemantauan status gizi masyarakat.
Tenaga Akuntan: Untuk mengelola pelaporan keuangan program secara transparan.
Tenaga Administrasi dan Umum: Pendukung operasional kantor satuan pelayanan di daerah.
Pantau Kanal Informasi Resmi
Bagi pelamar yang mengincar posisi di tahap selanjutnya, diharapkan untuk terus memantau portal resmi CASN atau laman media sosial Badan Gizi Nasional. Hal ini penting untuk mendapatkan informasi mengenai tanggal pasti pembukaan pendaftaran serta dokumen persyaratan teknis lainnya.
Langkah rekrutmen besar-besaran ini diharapkan tidak hanya dapat menyerap tenaga kerja secara signifikan, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan kompetitif menuju target Indonesia Emas 2045.
(*Drw)











