Hadapi Cuaca Ekstrem, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM ke Rote Ndao Kembali Stabil

Stok LPG Sulawesi Utara Ditambah Jelang Natal 2025
Pajak BBM 10% di DKI Jakarta, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?/(Ilustrasi/@pixabay)

Faktariau.id, EKONOMI – Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, bahkan di wilayah paling selatan Indonesia. Tantangan besar baru-baru ini dihadapi di wilayah Rote Ndao akibat cuaca ekstrem yang sempat menghambat pengiriman bahan bakar melalui jalur laut.

Menanggapi isu pemadaman listrik yang beredar di masyarakat, Pertamina memastikan bahwa berbagai langkah darurat telah diambil. Prioritas utama saat ini adalah memastikan stok BBM untuk pembangkit listrik dan kebutuhan harian warga kembali stabil dan terkendali. Laporan ini dilansir pada Minggu (25/1/2026).

Kendala Pengiriman Akibat Gelombang Tinggi

Sejak pertengahan Januari 2026, kondisi alam yang kurang bersahabat berupa gelombang tinggi memaksa otoritas pelabuhan mengeluarkan larangan berlayar sementara. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi pasokan BBM dari Kupang menuju Pulau Rote.

Meskipun stok sempat menipis, Pertamina memastikan seluruh SPBU di wilayah tersebut tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan bantuan genset. Penyesuaian penyaluran dilakukan secara terukur guna menjaga ketahanan energi sembari menunggu kondisi laut membaik untuk pengiriman susulan.

Koordinasi Lintas Sektoral dan Pengawasan Ketat

Untuk mempercepat pemulihan stok, Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, di antaranya:

  • KSOP dan BMKG: Terkait pemantauan jadwal pelayaran aman bagi kapal tanker.

  • Pemerintah Daerah: Koordinasi penentuan skala prioritas kebutuhan energi warga.

  • Terminal BBM Tenau: Disiagakan untuk memprioritaskan muatan kapal yang menuju Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Selain memastikan suplai, Pertamina juga menggandeng aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan ketat di setiap SPBU. Langkah ini dilakukan guna mencegah praktik pelangsir atau penimbunan yang dapat merugikan konsumen umum selama masa kritis akibat cuaca ekstrem ini.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, sembari memastikan infrastruktur distribusi terus bekerja maksimal di lapangan.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *