Dampak Nilai KIP 98,90, Haidar Alwi Sebut Polri Sebagai Lembaga Paling Informatif

Etika Komite Reformasi Polri: Antara Koreksi dan Delegitimasi
Ir. R Haidar Alwi, MT.,(Dok. Ist)

Faktariau.id — Pemikir Bangsa sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Ir. R. Haidar Alwi, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi Polri dalam mewujudkan keterbukaan informasi. Haidar menilai Polri telah berhasil membangun “Arsitektur Transparansi Institusional” yang menjadi magnet kepercayaan masyarakat di era digital.

Keberhasilan ini dibuktikan dengan raihan nilai 98,90 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) 2025, yang menempatkan Polri di peringkat pertama kategori Lembaga Negara dengan predikat Informatif. Komitmen ini semakin diperkuat di tahun 2026 melalui Rakor PPID dan penguatan transparansi rekrutmen anggota.

Fondasi Hukum dan Digitalisasi Pelayanan

Haidar menjelaskan bahwa transparansi Polri berdiri di atas landasan konstitusional yang kokoh, yakni Pasal 28F UUD 1945 dan UU No. 14 Tahun 2008 (UU KIP). Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) diwujudkan melalui ekosistem digital yang terintegrasi:

  • SP2HP Online: Memungkinkan pelapor memantau perkembangan penyidikan secara real-time.

  • Dumas & Propam Presisi: Kanal pengaduan 24 jam untuk laporan pelanggaran anggota.

  • Polri Super App: Integrasi seluruh layanan kepolisian dalam satu genggaman.

  • Rekrutmen Digital: Penggunaan QR Code untuk pengawasan proses seleksi guna mencegah penyimpangan.

Kematangan Institusi dalam Menghadapi Masalah

Salah satu poin krusial yang disoroti Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) ini adalah keberanian Polri membuka proses penanganan masalah internal. Menurutnya, tindakan Polri yang segera melakukan konferensi pers dan menjelaskan sanksi etik maupun pidana terhadap oknum bermasalah menunjukkan tingkat kematangan kelembagaan yang tinggi.

“Transparansi bukan tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa integritas ditempatkan di atas kepentingan menjaga citra jangka pendek,” tegas Haidar Alwi.

Dengan menempatkan diri di bawah pengawasan rakyat, Polri telah mengubah birokrasi konvensional menjadi sistem modern yang akuntabel dan berwibawa.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *