Faktariau.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan dalam membangun persepsi publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan intervensi strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat dipahami secara tepat.
Dalam Workshop Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan SPPG yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/3/2026), BGN menyoroti bahwa pengelolaan informasi yang baik menjadi kunci utama untuk menjaga legitimasi kebijakan sekaligus memperkuat dukungan masyarakat.
SPPG Sebagai Wajah Program MBG
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa SPPG merupakan representasi langsung dari Program MBG di tengah masyarakat. Aktivitas yang dilakukan oleh personel SPPG di lapangan akan secara langsung membentuk citra program secara keseluruhan di mata publik.
“Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat dari aktivitas SPPG akan membentuk persepsi publik terhadap program secara keseluruhan,” ujar Hidayati. Oleh karena itu, para personel dibekali dengan strategi komunikasi yang terencana, sistematis, serta berbasis pada fakta dan regulasi yang berlaku.
Manajemen Krisis dan Respons Cepat
Selain penyampaian informasi rutin, BGN juga menekankan pentingnya respons komunikasi yang cepat dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di lapangan. Periode 24 hingga 48 jam pertama dinilai sebagai momen krusial dalam membentuk narasi publik dan mencegah terjadinya krisis komunikasi.
Hidayati menambahkan bahwa komunikasi yang baik bukan hanya soal menyampaikan data, melainkan tentang menjaga kepercayaan publik. Respons yang cepat, faktual, dan terkoordinasi dengan kebijakan pusat menjadi syarat mutlak agar transparansi tetap terjaga dan dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap solid.
(*Drw)













