Strategi Badan Gizi Nasional: Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan 95% Bahan Baku Lokal

Program MBG Serap 780 Ribu Tenaga Kerja Baru
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/Dok. BGN.

Faktariau.id, NASIONAL – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memprioritaskan penggunaan sumber daya lokal dalam pelaksanaannya. Dilansir pada Sabtu (10/1/2026), kebijakan ini diambil sebagai langkah nyata untuk memastikan kemandirian pangan di seluruh pelosok Indonesia.

BGN menetapkan target yang ambisius, di mana 95% bahan baku yang digunakan dalam setiap porsi makanan harus berasal dari hasil bumi lokal. Strategi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memberdayakan petani, peternak, dan nelayan di daerah masing-masing.

Susu Bukan Harga Mati: Ikan dan Kelor Jadi Alternatif

Meskipun susu sering dianggap sebagai elemen penting dalam pemenuhan gizi, BGN memberikan kelonggaran kebijakan jika pasokan susu lokal di suatu daerah tidak memadai. Dadan menjelaskan bahwa daerah diizinkan mencari sumber protein dan kalsium lain yang tersedia melimpah di wilayah mereka.

“Jika pasokan susu sulit, daerah bisa mempertimbangkan sumber protein lain seperti ikan atau bahkan daun kelor yang diketahui sangat kaya akan kalsium dan nutrisi mikro lainnya,” ungkapnya.

Fleksibilitas menu ini memastikan bahwa standar gizi nasional tetap terpenuhi tanpa harus memaksa pengadaan logistik yang mahal dari luar daerah.

Instrumen Pengendali Harga dan Inflasi Pangan

Selain fokus pada pemenuhan gizi anak, program MBG juga diproyeksikan berfungsi sebagai instrumen pengontrol harga pangan nasional. Satuan Pelayanan di setiap wilayah akan berperan aktif dalam menyerap hasil panen masyarakat.

Beberapa manfaat strategis dari skema ini meliputi:

  • Mendukung Petani: Saat stok komoditas berlimpah dan harga pasar cenderung turun, Satuan Pelayanan akan melakukan pembelian masif untuk menjaga harga di tingkat petani.

  • Stabilisasi Inflasi: Pengaturan menu yang fleksibel memungkinkan program ini menyesuaikan diri dengan musim panen, sehingga membantu menstabilkan inflasi pangan.

  • Pemberdayaan Ekonomi Desa: Dana program akan berputar di lingkup lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh.

Dengan sinergi antara kesehatan masyarakat dan kesejahteraan petani, program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi kunci transformasi menuju generasi emas Indonesia yang mandiri secara pangan.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *