Terkendala Modal, 7 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Sampang Berhenti Beroperasi

Bantuan Kemanusiaan: Tembus Lokasi Terisolasi via Laut & Udara
Pertamina Indonesia/(foto:ilustrasi/fakta)

Faktariau.id, NASIONAL – Kabar kurang sedap datang dari pelaksanaan agenda nasional di Jawa Timur. Sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang terpaksa menghentikan operasional mereka. Keputusan ini berdampak langsung pada distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Masalah utama yang memicu penutupan ini adalah keterbatasan modal kerja akibat belum cairnya dana dukungan dari pusat. Dilansir pada Kamis (8/1/2026), kondisi ini menyebabkan penurunan jumlah unit layanan aktif di Sampang. Dari 81 unit SPPG yang awalnya dicanangkan, kini hanya tersisa 74 unit yang masih mampu beroperasi.

Dana Mandiri Pengelola Dapur Telah Habis

Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengonfirmasi bahwa penutupan sementara ini tidak dapat dihindari. Selama ini, operasional dapur dijalankan menggunakan modal mandiri dari pihak pengelola. Namun, biaya operasional harian yang cukup besar membuat napas keuangan pengelola sesak.

“Pengelola dapur tidak lagi memiliki dana mandiri untuk menutupi biaya harian. Kami telah melaporkan kondisi darurat ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Sudarmanto dalam keterangannya.

Keterlambatan pencairan anggaran dari BGN ini berdampak domino pada:

  • Distribusi Makanan: Pasokan makanan ke sekolah-sekolah sasaran terhenti di wilayah terdampak.

  • Keberlangsungan Tenaga Kerja: Para pekerja dapur kehilangan jam kerja sementara.

  • Kesehatan Siswa: Target pemenuhan gizi harian bagi siswa di wilayah tersebut menjadi tidak terpenuhi.

Koordinasi dengan Kodim untuk Solusi Cepat

Menghadapi situasi ini, Satgas MBG Sampang terus melakukan koordinasi intensif dengan Kodim setempat. Langkah ini diambil untuk mencari solusi taktis agar program tidak berhenti total dan distribusi gizi bagi anak sekolah dapat segera dipulihkan.

Masyarakat dan pihak sekolah berharap agar Badan Gizi Nasional segera mencairkan anggaran dukungan operasional. Kepastian dana menjadi kunci utama agar SPPG yang tutup dapat kembali mengepulkan asap dapurnya demi mendukung visi swasembada gizi nasional.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *