Dampak Geopolitik Pakistan: Harga Emas Global Kehilangan Daya Tarik Spekulatif

Harga Emas Antam Rabu 14 Januari 2026 Masih Stabil
Ilustrasi Emas. (dok. BRI)

Faktariau.id – Pasar komoditas internasional dikejutkan dengan rontoknya harga emas global pada perdagangan awal pekan ini. Kombinasi antara keperkasaan indeks Dolar AS (DXY) dan kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran menjadi pukulan telak bagi logam mulia yang biasanya menjadi primadona di tengah ketidakpastian.

Berdasarkan laporan perdagangan Senin (13/4/2026), harga emas spot terpangkas 0,3 persen ke level 4.734,50 Dolar AS per ons. Angka ini tercatat sebagai titik terendah sejak awal April, menghapus keuntungan yang sempat diraih pada pekan-pekan sebelumnya. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan moneter The Fed yang diprediksi tetap ketat.

Efek Blokade Iran dan Tekanan Suku Bunga

Pelemahan harga emas kali ini dipicu oleh eskalasi blokade militer di pelabuhan Iran yang secara otomatis melambungkan harga minyak dunia. Kondisi tersebut memaksa pasar memutar otak; pasalnya, inflasi yang meninggi akibat lonjakan harga energi membuat harapan pelaku pasar akan pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat semakin menipis.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas justru tertekan oleh ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan. Investor kini lebih cenderung beralih ke Dolar AS yang dianggap memberikan keuntungan lebih pasti di tengah volatilitas pasar komoditas yang ekstrem akibat kegagalan diplomasi di Pakistan pekan lalu.

Paladium Meroket di Tengah Lesunya Logam Mulia

Meski emas sedang lesu, instrumen logam lainnya justru menunjukkan taji. Perak memang terkoreksi tipis ke level 75,71 Dolar AS, namun prospek jangka panjangnya dinilai tetap cerah. Hal ini didorong oleh krisis energi global yang mempercepat investasi besar-besaran pada teknologi sel surya yang menggunakan perak sebagai komponen utama.

Di sisi lain, paladium justru meroket tajam hingga 3 persen ke posisi 1.566,15 Dolar AS. Para analis melihat koreksi tajam pada emas saat ini sebagai fase pembersihan posisi spekulatif yang sehat untuk menjaga fundamental harga ke depan. Penurunan ini dianggap sebagai peluang bagi investor jangka panjang untuk masuk kembali ke pasar saat harga mulai stabil.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *