Konferensi APBN Kita: Realisasi Program Makan Gratis Jadi Motor Peningkatan SDM RI

BI Tegaskan Aturan Pembayaran Tunai: Dilarang Menolak Rupiah!
/(ilustrasi/@pixabay)

Faktariau.id – Pemerintah melaporkan perkembangan signifikan dalam penyerapan anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 9 Maret 2026, total dana APBN yang telah terealisasi untuk program nasional ini tercatat mencapai Rp44 triliun. Angka tersebut mencerminkan akselerasi pendistribusian gizi yang masif di seluruh pelosok Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk menggerakkan operasional di ribuan titik layanan gizi. Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 61,62 juta penerima manfaat melalui dukungan 25 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Jangkau 50 Juta Siswa dan Kelompok Rentan

Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta Pusat pada Rabu (11/3/2026), Suahasil merinci bahwa siswa sekolah tetap menjadi fokus utama distribusi dengan jumlah mencapai 50 juta anak. Namun, cakupan program ini juga menyasar kelompok rentan lainnya di luar institusi pendidikan.

Selain siswa, terdapat 10,5 juta penerima dari kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lanjut usia (lansia). “Realisasi serapan anggaran Rp44 triliun ini untuk angka 9 Maret. Kami memastikan cakupannya merata dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan,” jelas Suahasil.

Komitmen Tata Kelola dan Stimulus Ekonomi Lokal

Pemerintah menekankan bahwa meskipun penyerapan anggaran terhitung masif, aspek pengawasan dan efisiensi tetap menjadi prioritas utama Kementerian Keuangan. Keberadaan 25 ribu SPPG dipastikan menjalankan operasional sesuai standar guna menjaga kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat.

Selain pemenuhan gizi, realisasi anggaran ini diharapkan dapat terus memberikan stimulus ekonomi bagi penyedia bahan pangan lokal.

“Kami pastikan program dijalankan dengan tata kelola yang baik dan efisien agar anggarannya benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM Indonesia,” tandasnya.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *