Faktariau.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa peran pesantren dalam mencetak calon pemimpin bangsa tidak akan pernah dikesampingkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto. Pesantren dinilai memiliki keunikan karena mampu menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat sejak dini pada Selasa (10/3/2026).
Bahlil berpendapat bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu agama dan teknologi, tetapi juga motor penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk melibatkan dunia pesantren dalam berbagai kebijakan strategis nasional di masa depan.
Penyaluran Program MBG dan Akses Pendidikan
Salah satu langkah konkret yang akan diambil pemerintah adalah penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke lingkungan pondok pesantren. Langkah ini bertujuan untuk memastikan standar kesehatan dan gizi para santri tetap terjaga selama masa pendidikan.
Selain aspek gizi, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri. Beasiswa LPDP kini mulai diarahkan secara serius untuk menjangkau lulusan pesantren agar memiliki kesempatan yang setara dengan sekolah umum. Bahlil menilai, selama ini potensi intelektual santri sering kali terlewatkan dalam skema beasiswa besar.
Pesantren Sebagai Pilar Penjaga Moral
Bahlil menegaskan bahwa kualitas intelektual anak-anak pesantren sangat kompetitif dan layak mendapatkan dukungan penuh dari negara. Dengan memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan pendidikan, pemerintah berharap pesantren terus eksis sebagai pilar penjaga moral bangsa.
“Santri harus memiliki akses pendidikan tinggi yang setara. Mereka adalah calon pemimpin yang memiliki pondasi moral kuat,” ujar Bahlil. Melalui kebijakan yang inklusif ini, pesantren diharapkan tetap menjadi basis utama dalam mencetak generasi unggul yang berintegritas untuk kemajuan Indonesia.
(*Drw)













